Profil Agung Webe

TENTANG PENGGAGAS THE LAKU JIWO PROJECT

agung webe

Agung Webe adalah penulis dan penggagas The Laku Jiwo Project, sebuah proyek pemikiran yang akar intelektualnya dapat ditelusuri sejak tahun 2007 ketika ia mulai melakukan pembacaan dan pemaknaan terhadap Serat Wulang Reh. Dari titik awal tersebut berkembang perjalanan panjang yang dipenuhi pengalaman, refleksi, dialog, penelitian, dan penulisan untuk memahami bagaimana manusia membangun pemahaman, memberi makna terhadap kehidupan, serta menerjemahkannya menjadi laku hidup.

Perjalanan intelektualnya bertumbuh melalui dialog dengan berbagai tradisi pemikiran, antara lain fenomenologi, hermeneutika, eksistensialisme, psikologi, Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram, tradisi kebijaksanaan Nusantara, serta pembacaan terhadap berbagai teks keagamaan dan kebudayaan. Berbagai tradisi tersebut tidak diterima sebagai sistem yang harus diikuti, melainkan dipelajari, dipertanyakan, diuji melalui pengalaman, kemudian dirumuskan kembali menjadi kerangka pemikiran yang memiliki identitasnya sendiri.

Baginya, persoalan yang paling mendasar bukanlah apa yang harus dipikirkan, melainkan bagaimana manusia membangun pemahamannya. Dari pertanyaan inilah kemudian lahir The Laku Jiwo Project, sebuah proyek pemikiran yang mengembangkan filsafat, cara berpikir, metodologi, hermeneutika, serta berbagai penerapannya yang berangkat dari pengalaman manusia, pemaknaan, dan laku hidup.

Sejak tahun 2007, Agung Webe telah menghasilkan lebih dari lima puluh buku pada berbagai bidang, antara lain kebijaksanaan Nusantara, pengalaman manusia, spiritualitas, hermeneutika, pengembangan cara berpikir, pendidikan, dan transformasi laku hidup. Seluruh karya tersebut tidak dipandang sebagai proyek yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari perjalanan intelektual yang secara bertahap mengantarkan lahirnya The Laku Jiwo Project. Salah satu karya awalnya yang memaknai Serat Wulang Reh menjadi bagian dari koleksi National Library of Australia di Canberra.

Bagi Agung Webe, setiap buku bukanlah tujuan akhir sebuah pemikiran. Setiap karya merupakan ruang untuk menguji gagasan, memperluas dialog, mempertemukan pengalaman dengan penelitian, serta terus menyempurnakan pemahaman. Karena itu, The Laku Jiwo Project dipahami bukan sebagai sistem pemikiran yang telah selesai, melainkan sebagai proyek intelektual yang terus berkembang melalui pengalaman, penelitian, kritik, dan dialog yang bertanggung jawab.

Jejak perkembangan karya yang berhubungan langsung dengan lahirnya The Laku Jiwo Project dapat dibaca pada bagian Genealogi Bibliografis The Laku Jiwo Project dalam monograf ini.

 

Agung Webe, Penggagas The Laku Jiwo Project

“Aku tidak sedang mengajak orang mengikuti cara berpikirku. Aku sedang mengajak manusia menyadari bagaimana cara berpikirnya sendiri.”

Loading