Leksikon Istilah dalam Arsitektur Konseptual The Laku Jiwo Project.
Edisi kedua Kamus Laku Jiwo ini lahir setelah The Laku Jiwo Project mengalami perkembangan konseptual yang cukup penting. Jika edisi pertama disusun sebagai pijakan awal untuk menjaga konsistensi penggunaan istilah, edisi ini disusun setelah hubungan antara fondasi filsafat, cara berpikir, metodologi, hermeneutika, proses pemaknaan, dan laku hidup dirumuskan dengan lebih sistematis.
Perkembangan tersebut membuat sejumlah istilah perlu diperjelas, sebagian definisi perlu diperbarui, dan beberapa konsep baru perlu ditambahkan. Perubahan ini tidak dimaksudkan untuk meniadakan edisi sebelumnya. Edisi pertama tetap menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Laku Jiwo. Edisi kedua melanjutkan perjalanan tersebut dengan struktur konseptual yang lebih matang dan batas-batas istilah yang lebih tegas.
The Laku Jiwo Project tidak dipahami sebagai sistem pemikiran yang telah selesai, tertutup, atau tidak dapat digugat. Setiap konsep di dalamnya tetap terbuka untuk diuji, diperdalam, diperluas, dan diperbaiki melalui pengalaman, penelitian, pembacaan kritis, dialog, serta penerapannya dalam kehidupan.
Kamus ini disusun untuk menjawab beberapa pertanyaan mendasar: bagaimana The Laku Jiwo Project dibangun sebagai sebuah arsitektur pemikiran? Bagaimana manusia berjumpa dengan realitas dan menyadari pengalamannya? Bagaimana tafsir terbentuk? Bagaimana tafsir diuji sebelum disusun menjadi makna? Bagaimana makna dapat mengubah cara pandang dan akhirnya diwujudkan menjadi laku hidup? Serta bagaimana konsep seperti realitas, kesadaran, rasa, kebenaran, dialog, relasi, ego, dan suwung ditempatkan dalam keseluruhan proses tersebut.
Orientasi epistemologis The Laku Jiwo Project adalah Cara Berpikir Non-Theistik Laku Jiwo. Non-theistik di sini bukan kesimpulan mengenai ada atau tidak adanya Tuhan dan bukan penolakan terhadap agama atau keyakinan tertentu. Non-theistik merupakan disiplin berpikir untuk tidak menjadikan klaim metafisik sebagai titik berangkat dalam proses memahami.
Klaim mengenai Tuhan, takdir, wahyu, energi semesta, karma kosmis, alam gaib, ataupun sumber metafisik lainnya tidak langsung diterima sebagai penjelasan, tetapi juga tidak serta-merta ditolak. Klaim tersebut ditangguhkan agar manusia dapat lebih dahulu memeriksa apa yang sedang dihadapi, apa yang diketahui, apa yang dialami, bagaimana tafsir terbentuk, dan sejauh mana pemahaman tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Penangguhan ini tidak berarti bahwa pengalaman pribadi kemudian dijadikan ukuran kebenaran. Pengalaman yang disadari merupakan salah satu titik berangkat penting dalam Laku Jiwo, tetapi pemahaman tetap perlu berhadapan dengan realitas, bukti, nalar, konteks, dialog, serta pengetahuan yang relevan dengan medan persoalan yang sedang dibahas. Pengalaman seseorang sah sebagai pengalaman, tetapi tafsir terhadap pengalaman tetap terbuka terhadap pengujian dan koreksi.
Dengan kerangka tersebut, kamus ini sebaiknya tidak dibaca hanya sebagai kumpulan definisi. Kamus ini merupakan peta konseptual The Laku Jiwo Project. Setiap istilah memiliki posisi tertentu dan berhubungan dengan istilah lain dalam keseluruhan arsitektur pemikiran.
Untuk memudahkan pembacaan, istilah-istilah dalam edisi ini disusun dalam tiga kelompok besar. Bagian pertama memuat Arsitektur The Laku Jiwo Project, yang menjelaskan fondasi, posisi epistemologis, metodologi, dan hermeneutikanya. Bagian kedua memuat Proses Memahami, yang menunjukkan bagaimana manusia bergerak dari perjumpaan dengan realitas dan pengalaman menuju tafsir, pengujian, pemaknaan, makna, transformasi kesadaran, pandangan hidup, dan laku hidup. Bagian ketiga memuat Konsep Lintas Sistem, yaitu konsep-konsep yang bekerja pada berbagai bagian proses tersebut, seperti simbol, kebenaran, dialog, tanggung jawab etis, relasi, ego, dan suwung.
Kamus ini menjadi rujukan konseptual untuk membaca, memahami, dan menjaga konsistensi penggunaan istilah dalam seluruh buku, tulisan, paper, materi pembelajaran, penelitian, dan karya lain yang dikembangkan dalam The Laku Jiwo Project. Ketika suatu istilah digunakan dalam karya-karya tersebut, pengertian dasarnya merujuk kepada definisi kanonik yang dirumuskan dalam kamus ini.
Namun, istilah kanonik tidak berarti final atau kebal terhadap perubahan. Kanonik berarti definisi tersebut menjadi rujukan utama pada tahap perkembangan The Laku Jiwo Project saat ini. Setiap karya tetap dapat memperluas, memperdalam, dan menerapkan suatu konsep sesuai dengan konteks pembahasannya, selama pengembangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bertentangan dengan fondasi filosofis, epistemologis, metodologis, hermeneutis, dan etis yang telah dirumuskan.
Perubahan definisi pada masa mendatang tetap mungkin terjadi. Jika pengalaman, penelitian, dialog, kritik, atau pengujian menunjukkan bahwa suatu konsep perlu diperbaiki, The Laku Jiwo Project tidak mempunyai kepentingan untuk mempertahankan istilah hanya demi menjaga kesan bahwa sistem ini selalu benar.
Kamus ini adalah rujukan yang sedang hidup, bukan monumen pemikiran yang telah selesai.
Panjang penjelasan setiap istilah tidak dibuat seragam karena masing-masing memiliki kedudukan, kompleksitas, dan fungsi yang berbeda dalam keseluruhan arsitektur The Laku Jiwo Project. Beberapa istilah yang muncul dalam pembahasan juga belum tentu dikembangkan sebagai entri tersendiri dalam edisi ini. Istilah tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kamus pada edisi berikutnya apabila secara konseptual memang diperlukan.
Edisi kedua ini menandai satu tahap baru: dari kumpulan konsep yang mulai terbentuk menuju arsitektur pemikiran yang hubungan antarunsurnya semakin dapat dilihat, diuji, dan dikembangkan.
Ia tetap merupakan pijakan, bukan akhir perjalanan.
PANDUAN MEMBACA ENTRI KAMUS
Kamus ini disusun sebagai rujukan konseptual The Laku Jiwo Project. Setiap istilah tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki fungsi dan hubungan tertentu dalam keseluruhan arsitektur pemikiran Laku Jiwo.
Sebagian besar entri disusun melalui lima bagian utama. Beberapa istilah memiliki subbagian tambahan apabila diperlukan untuk memperjelas persoalan tertentu.
Definisi Kanonik
Merupakan rumusan utama suatu konsep dan menjadi rujukan penggunaan istilah tersebut dalam The Laku Jiwo Project pada tahap perkembangannya saat ini.
Kata kanonik tidak berarti final, mutlak, atau kebal terhadap perubahan. Definisi tetap dapat diperbaiki apabila penelitian, pengalaman, dialog, kritik, atau pengujian memberikan dasar yang lebih kuat.
Penjelasan
Menguraikan definisi agar konsep dapat dipahami dalam konteks yang lebih luas. Bagian ini menjelaskan cara suatu istilah bekerja, persoalan yang ingin dijawab, serta hubungannya dengan pengalaman dan proses memahami.
Penjelasan memperluas pemahaman terhadap definisi tanpa menggantikan definisi kanoniknya.
Batas Konsep
Menjelaskan apa yang tidak dimaksud oleh suatu istilah.
Bagian ini penting karena beberapa konsep Laku Jiwo berdekatan dengan istilah yang telah digunakan dalam agama, spiritualitas, psikologi, filsafat, atau bahasa sehari-hari. Kesamaan kata tidak selalu berarti kesamaan pengertian.
Batas konsep membantu mencegah suatu istilah dibaca lebih jauh daripada yang memang ditetapkan dalam The Laku Jiwo Project.
Posisi dalam Sistem
Menunjukkan tempat dan fungsi suatu konsep dalam keseluruhan arsitektur Laku Jiwo.
Sebagian konsep menjadi fondasi filosofis, sebagian bekerja dalam proses memahami, sementara yang lain melintasi berbagai bagian sistem. Melalui bagian ini, pembaca dapat melihat bahwa istilah seperti realitas, pengalaman, tafsir, pengujian, makna, kesadaran, ego, dan suwung tidak bekerja secara terpisah.
Berhubungan dengan
Berisi konsep-konsep lain yang mempunyai hubungan langsung dengan istilah yang sedang dibaca.
Bagian ini dapat digunakan sebagai rujukan silang. Pembaca tidak harus membaca kamus secara berurutan dari awal sampai akhir. Sebuah istilah dapat menjadi pintu masuk untuk mengikuti hubungan konsep lain yang diperlukan.
Beberapa entri juga memiliki bagian seperti Rumusan paling padat atau subbagian khusus. Bagian tersebut diberikan ketika suatu konsep membutuhkan penegasan tambahan atau perlu diringkas dalam rumusan yang lebih mudah dirujuk.
Kamus ini tidak dimaksudkan menggantikan penjelasan filosofis dan argumentasi yang lebih luas dalam monograf maupun karya lain The Laku Jiwo Project. Fungsinya adalah menjaga ketepatan istilah, batas konsep, dan hubungan antarkonsep.
Donlot lengkap kamus di google playbook (klik gambar untuk donlot):


